Jalin Kerja Sama dengan Puskesmas Mulyoharjo, MAN Pemalang Siap Optimalkan Kesehatan Siswa

MAN Pemalang- Puskesmas Mulyoharjo melakukan kegiatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan dalam program kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan penjaringan kesehatan diikuti seluruh kelas X MAN Pemalang (30/8/2023).

Pelayanan kesehatan peduli remaja merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan akses remaja pada pelayanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif sejak di fasilitas kesehatan tingkat pertama dari puskesmas. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah dan remaja secara optimal dalam mendukung tumbuh kembang dan proses belajar,  maka diperlukan deteksi dini masalah kesehatan anak usia sekolah dalam kegiatan penjaringan kesehatan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaring kesehatan anak-anak usia sekolah berkaitan dengan adanya penyakit menular dan penyakit tidak menular pada anak akan terpantau dan lebih terjaga. Penyakit menular sebagai contohnya HIV/ AIDS ataupun tidak menular semisal hipertensi, hipotensi, bisa juga buta warna,” jelas dr. Ezra Sari Setyaningrum, dokter Internsip Puskesmas Mulyoharjo. Dalam kesempatan penjaringan kesehatan di MAN Pemalang dr. Erza menjelaskan selama melaksanakan kegiatan tersebut,  belum ditemukan adanya siswa memiliki penyakit menular (seksual). Puskesmas Mulyoharjo akan melakukan pengecekan di sekolah setingkat SLTP, SLTA. Sedangkan pengecekan untuk siswa SD tidak dilakukan pengecekan secara lengkap.

“Untuk anak SD dilakukan pengecekan tinggi badan, berat badan, gizi. Kalau SD ada imunisasi,” jelas Bidan Tyas Nurhayati. Menurutnya, kegiatan ini setelah diperoleh data, nantinya akan dilaporkan ke pihak sekolah untuk ditindaklanjuti. Misalkan ditemukan ada siswa anemia, maka nantinya akan diberikan tablet tambah darah. Data lainnya, misalkan mata minus, maka akan dirujuk ke dokter mata. 

Lebih lanjut Bidan Tyas menjelaskan. Tujuan kegiatan pemeriksaan ini  untuk  menjaring beberapa penyakit menular dan tidak menular. Misalkan anak-anak didapatkan tensinya tinggi, adanya penyakit gula nanti akan dirujuk ke dokter atau faskes. Kegiatan ini juga untuk mempersiapkan reproduksi sehat untuk laki-laki dan perempuan ketika nantinya masuk ke dunia pernikahan. Untuk hal tersebut dibutuhkan kondisi remaja yang sehat.

Dalam pemeriksaan ini, ada temuan siswa perempuan dengan kondisi, sudah mulai haid ketika kelas 4 SD dengan siklus haid lancar. Tetapi pada saat kelas IX, mulai bulai Mei hingga sekarang tidak haid lagi. Menurut Bidan Tyas, ini berkaitan dengan faktor hormonal, perlu pemeriksaan lanjut. Cara lainnya, bisa dengan memperbaiki gizi, memperbanyak konsumsi sayuran.

Kegiatan penjaringan kesehatan oleh Puskesmas Mulyoharjo ini pelaksanaannya dibantu oleh ekstakurikuler PMR yang dikomandoi Rofikoh selaku pembina PMR. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk mengetahui kesehatan siswa. Pernyataan yang sama juga diungkapkan Laizza Natta, selaku ketua PMR. “Kegiatan cek kesehatan membantu siswa mendeteksi masalah kesehatan.” 

Sementara itu Ahmad Najid lebih menekankan pada madrasah sebagai Madrosati Jannati, madrasah ramah anak, madrasah sehat. Untuk mewujudkan itu, perlu adanya kerja sama dengan puskesmas, dalam hal ini Puskesmas Mulyoharjo.

“Pemantauan kesehatan siswa nantinya perlu untuk dipantau, pantauan jajanan makanan sehat bisa dimulai dari kantin madrasah. Upaya ini sekaligus dalam rangka menuju madrasah adiwiyata dan madrasah ramah anak,” jelas Kepala MAN Pemalang. (Nurhid)
 

Pengunjung

© Copyright 2024 MAN Pemalang.

Developed by JOGJALAB.COM